Kamis, 22 Februari 2018

PERAN PENTING KEARIFAN LOKAL DALAM MENJAGA KELESTARIAN ALAM WISATA KARIMUNJAWA


wisata-karimunjawa
Gambar 1.1 karimunjawa

Pariwisata kini dipandang sebagai satu alternatif pembangunan karena pengembangan kawasan wisata dapat mendukung pelestarian objek wisata, mendorong pelestarian alam, dan transformasi ekonomi menuju ekonomi berbasis jasa. Begitu pula dengan aktivitas wisata di Taman Nasional Laut Karimunjawa merupakan bagian dari bentuk pengelolaan Taman Nasional ‘3P’, yaitu Perlindungan, Pangawetan, Pemanfaatan Lestari. Perlu diketahui bahwa Pariwisata adalah bentuk penerapan dari Pemanfaatan Lestari diharapkan dapat mendukung upaya–upaya perlindungan dan konservasi wisata Karimunjawa.

Perkembangan Harga Wisata Karimunjawa murah menunjukkan bahwa kehadiran Wisata Karimunjawa tidak hanya memberikan dampak positif secara ekonomi, namun juga dampak negatif, baik lingkungan fisik, sosial budaya, dan ekonomi. Dampak negatif pariwisata Karimunjawa paling menonjol adalah permasalahan lingkungan, khususnya kerusakan terumbu karang wisata Karimunjawa.

Eksistensi permasalahan lingkungan Wisata Karimunjawa. Kehadiran pariwisata di Karimunjawa juga membawa dampak negatif terhadap kerusakan ekosistem terumbu karang akibat dari aktivitas wisata yang salah, minimnya pengetahuan wisatawan, intensitas kunjungan tinggi. Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKJ) juga telah melakukan kajian dampak pariwisata pada ekosistem terumbu karang pada tahun 2012. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerusakan terumbu karang selain diakibatkan faktor alam dan gelombang, juga ditemukan sebagai dampak dari perilaku wisatawan kurang menjaga ekosistem terumbu karang.


wisata-karimunjawa
Gambar 1.2 diving karimunjawa

Setiap destinasi wisata alam seringkali tidak dapat mempertahankan keasliannya karena mengalami perubahan dari upaya komersialisasi wisata Karimunjawa sampai mengalami kerusakan. Begitu juga dengan Karimunjawa, hadirnya pariwisata memang mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan serta upaya konservasi wisata Karimunjawa, namun demikian bukan berarti keseimbangan antara pariwisata sertavkonservasi menjadi hal mustahil.

Kerusakan lingkungan bukan hanya tanggung jawab para aktivis lingkungan maupun Pemerintah tetapi tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat lokal Karimunjawa. Oleh sebab itu, diperlukan strategi pendekatan paling efektif untuk menciptakan keterlibatan peran masyarakat lokal Karimunjawa. Pendekatan budaya dan kearifan lokal dirasa paling tepat untuk menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat tersebut. Hal ini didukung oleh pendapat yang menerangkan bahwa faktor budaya merupakan  salah  satu  faktor  yang  perlu  menjadi pertimbangan  dalam pengembangan ekowisata.



wisata-karimunjawa
Gambar 1.3 bukit joko tuo karimunjawa

Karakteristik  kehidupan masyarakat pesisir biasanya memiliki nilai-nilai tradisi dan kepercayaan yang dapat menunjang upaya pelestarian lingkungan wisata Karimunjawa. Masyarakat pesisir juga biasanya  memiliki seni dan atraksi budaya dapat menjadi daya tarik wisatawan. Hal senada juga disampaikan tentang pentingnya budaya dalam mengajak partisipasi aktif masyarakat lokal Karimunjawa. Memang kebudayaanlah yang menyebabkan manusia menjadi manusiawi, sebagai makhluk rasional, mampu menilai hal – hal kritis serta mempunyai rasa kewajiban moral.

Berdasarkan pendapat – pendapat yang telah diutarakan, diperlukan suatu kajian tentang budaya dan kearifan lokal yang telah ada serta berkembang di masyarakat Karimunjawa. Kajian ini juga ditujukan sebagai upaya untuk melihat kemungkinan dijadikannya kebudayaan sebagai sarana mengatasi permasalahan lingkungan maupun dampak negatif pariwisata Karimunjawa, serta manfaatnya untuk pembangunan daya tarik wisata berbasis budaya. Penulis meyakini Budaya dan Kearifan Lokal ibarat “roh” bijak. Pariwisata tanpa budaya seperti manusia kehilangan karakter baiknya. Dengan eksistensi budaya serta kearifan lokal, disatu sisi mampu menumbuhkan nilai – nilai positif kehidupan yang membangun manusia, disisi lain budaya dan kearifan lokal dapat diangkat sebagai daya tarik wisata yang lebih estetis dan etis.

Dalam laporan kajian dampak wisata terhadap ekosistem terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa, Balai Taman Nasional Karimunjawa, 2013 Sustainable Tourism Development (STD) merupakan pembangunan kepariwisataan tidak hanya  mengejar pertumbuhan investasi perolehan devisa semata, namun lebih menekankan kepada terjaganya kelestarian lingkungan, keberlanjutan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat disekitar destinasi wisata Karimunjawa.

Melihat dari penelitian sebelumnya terkait pengembangan obyek wisata Taman Nasional Karimunjawa, disarankan bahwa pengembangan pariwisata sangat memungkinkan untuk kawasan ini adalah dengan menjadikannya kawasan ekowisata, dimana kegiatan wisatanya menaruh perhatian besar terhadap kelestarian sumber daya pariwisata Karimunjawa.