Rabu, 17 Januari 2018

HAL YANG PANTANG DILAKUKAN DI DALAM KAPAL PENYEBERANGAN KE KARIMUNJAWA

Wisata Karimunjawa termasuk wisata yang ada di Kabupaten Jepara, letak Pulau Karimunjawa di utara Jawa Tengah lebih tepatnya 80 km dari Kota Jepara. Bagi Kamu yang merasa jenuh, bosen, suntuk dengan rutinitas tak ada habisnya cobalah menyisihkan sedikit waktumu untuk liburan. Yah, piknik biar ga panik nggak perlu jauh-jauh pergi keluar negeri. Jepara punya Taman Nasional Karimunjawa yang kerennya kebangetan.

Wisata Karimunjawa menawarkan banyak keindahan yang tidak terdapat di daerah wisata lain. Bermacam-macam spot wisata bisa kamu temukan di 27 pulau kecil di Wisata Karimunjawa dengan Harga Wisata Karimunjawa terjangkau.

Wisata Karimunjawa memang jauh dari Kota Jepara. Untuk menuju ke Wisata Karimunjawa kamu bisa menggunakan kapal laut. Jika anda memilih penyeberangan kapal menuju Karimunjawa via Jepara merupakan keputusan sangat bagus, karena kapal Express Bahari dan kapal Feri Siginjai berangkat dari Pelabuhan Kartini Jepara disamping jaraknya sangat dekat sekali dengan wisata Karimunjawa juga memiliki variasi jadwal sangat banyak, sehingga membuat anda lebih leluasa menentukan jadwal liburan anda.


wisata-karimunjawa
Gambar 1.1 kapal feri siginjai karimunjawa

Kapal Feri Siginjai ini memakan waktu 5 jam perjalanan untuk menuju Wisata Karimunjawa dan untuk kapal Express Bahari dengan kurun waktu 2 jam perjalanan. Bagi anda yang sedang dalam perjalanan wisata Karimunjawa jangan coba-coba lakukan hal-hal yang di larang selama di kapal penyeberangan ya kalo kamu ga pengen kena semprot kru kapal dan juga penumpang lain.
Ini nih kesalahan sering dilakukan penumpang saat perjalanan menuju Wisata Karimunjawa:

1. Tidak Meminta Potongan Tiket Saat Masuk Dermaga

Dalam setiap pintu masuk dermaga pelabuhan wisata Karimunjawa selalu ada papan peringatan berbunyi “Mintalah Potongan Tiket anda dan simpan selama pelayaran”, tapi yang terjadi malah kebanyakan potongan tiket itu tidak diminta oleh penumpang, terutama penumpang biasa dan penumpang yang menggunakan motor. Mungkin karena penumpang wisata Karimunjawa malas menunggu atau ingin cepat-cepat masuk ke kapal sehingga hal tersebut sering dilakukan, padahal itu adalah kesalahan.

Jika tiket yang dipakai sudah menggunakan E-Tiket, kesalahan itu mungkin bisa diminimalkan, tetapi jika masih menggunakan tiket manual, maka kesalahan itu sebaiknya jangan dilakukan. Dengan menyobek tiket, berarti kita sudah terdaftar secara resmi sebagai penumpang, jika kita tidak meminta, kita tidak tau apakah petugas akan menyobeknya bukan ? bisa saja mereka adalah petugas yang “nakal” dan malah menjual kembali tiket tersebut, artinya kita tidak ada jaminan keselamatan serta tidak ada pendapatan bagi pemerintah. Potongan tiket itu adalah bukti sah kita menjadi penumpang wisata Karimunjawa sehingga jika nanti terjadi hal yang tidak diinginkan, itu bisa menjadi barang bukti untuk klaim Asuransi dan sebagainya.

2. Tidak Mengikuti Arahan Petugas saat keluar masuk kapal

Kesalahan kedua sering dilakukan oleh penumpang kapal wisata Karimunjawa, khususnya pengguna kendaraan adalah tidak mau mengikuti arahan petugas saat keluar atau masuk kapal. Pada saat keluar kapal, kita biasanya selalu ingin keluar lebih dahulu, sehingga yang terjadi adalah kesemrawutan saat keluar yang justru menyebabkan kita terhambat untuk keluar.

Tidak hanya pada saat keluar kapal saja, pada saat masuk kapal hal itu juga sering terjadi, malah sebelum masuk dermaga kita sudah saling ingin mendahului, petugas juga punya standar dan aturan dalam menyusun kendaraan di dalam kapal wisata Karimunjawa, bukan sekedar naik dan asal ditata saja, aturan kendaraan di dalam kapal wisata Karimunjawa mempengaruhi kenyamanan selama pelayaran menuju wisata Karimunjawa, jika salah pengaturan, maka kapal wisata Karimunjawa tidak akan nyaman dalam berlayar.

3. Berada diatas kendaraan selama pelayaran

Kesalahan lain yang sering dilakukan juga oleh penumpang wisata Karimunjawa adalah mereka tidak meninggalkan kendaraannya selama pelayaran, entah karena waktu tempuhnya sedikit atau karena ingin beristirahat, kapal sudah menyediakan tempat untuk penumpang, jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang sifatnya darurat, maka penumpang wisata Karimunjawa bisa dengan segera untuk melakukan tindakan penyelamatan. Jadi sangat dilarang untuk berada di dalam kendaraan selama pelayaran menuju wisata Karimunjawa.

4. Kesalahan saat meninggalkan kendaraan

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan penumpang wisata Karimunjawa saat meninggalkan kendaraannya seperti tidak mematikan mesin kendaraan, hal itu sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kebakaran. Kesalahan lainnya adalah tidak memasang penahan pada roda kendaraan, khususnya kendaraan besar, jika gelombang dan arus cukup besar, maka posisi kendaraan bisa bergeser dan itu sangat berbahaya.

5. Tidur Bukan Pada Tempatnya

misalnya tidur pada kursi atau di Mushalla, namanya saja kursi, tentu saja itu untuk tempat duduk, bayangkan jika kebetulan sangat ramai oleh penumpang wisata Karimunjawa kemudian banyak tempat duduk yang dipakai tidur, lha semua kan punya hak sama untuk duduk, lagian kapal wisata Karimunjawa juga biasanya ada tempat khusus untuk tidur, misalnya lesehan atau menyewakan kamar, itu bisa dimanfaatkan untuk istirahat, bukan malah tidur di kursi atau Mushalla.

6. Membuang Sampah di Laut

Kesalahan lain sering dilakukan oleh wisata Karimunjawa adalah membuang sampah di Laut, entah karena malas beranjak ke tempat sampah atau memang udah kebiasaan buruk dari orang tersebut, biasanya sampah terbanyak yang dibuang penumpang wisata Karimunjawa ke laut adalah bungkus makanan serta puntung rokok, padahal petugas  wisata Karimunjawa sudah menyediakan bak sampah dan selalu ada peringatan untuk wisata Karimunjawa tidak membuang sampah di laut. Kalo di bawah kursi mungkin bisa dibersihkan oleh petugas, kalau di laut ? itu laut guys, bukan bak sampah.