Jumat, 19 Januari 2018

FESTIVAL DALAM TRADISI MASYARAKAT KARIMUNJAWA


wisata-karimunjawa
Gambar 1.1 tradisi di karimunjawa

Kepulauan Karimunjawa yang terdiri dari 27 pulau dengan beragam suku yang menyatu tersebut membuat kondisi sosial budaya masyarakat Karimunjawa lebih majemuk.

Selain alamnya, faktor penduduknya dan tradisinya membuat kepulauan Karimunjawa memiliki daya tarik wisata budaya dan ziarah. Berbagai atraksi budaya terdapat di kawasan Wisata Karimunjawa, seperti reog (kuda lumping), pencak silat, rebana, gamelan jawa. Ada juga atraksi-atraksi yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat Karimunjawa, misalnya pelepasan penyu, upacara pelepasan perahu, dan khoul sunan Nyamplungan (peringatan satu suro). Legenda Nyamplungan membuat kawasan Wisata Karimunjawa menarik untuk dikunjungi para peziarah yang ingin mendatangi makam sunan Nyamplungan dan peninggalan-peninggalannya.

Penduduk beragam namun, mayoritas dipenuhi oleh suku Jawa, karenanya berbagai macam kebudayaan dan adat istiadat wisata Karimunjawa seringkali menggunakan adat Jawa. Berikut berbagai macam adat yang ada di wisata Karimunjawa.

1. Pesta Lomban


wisata-karimunjawa
Gambar 1.2 lomban karimunjawa

Tradisi sedekah laut merupakan sebuah bentuk rasa syukur banyak dimiliki masyarakat pesisir Nusantara. Tradisi sedekah laut dihelat sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas limpahan kekayaan laut yang dapat menghidupi para nelayan. Di Karimunjawa tradisi sedekah laut dikenal dengan nama Pesta Lomban dan dilaksanakan pada hari ketujuh setelah Idul Fitri.

Pesta Lomban ini juga dikenal dengan "Bada Kupat" karena pada perayaan sedekah ini masyarakat Karimunjawa akan memasak ketupat. Perayaan pesta lomban wisata Karimunjawa ini tidak hanya dirayakan oleh para nelayan saja tetapi juga diikuti oleh orang tua sampai anak kecil.

Untuk menyaksikan acara menarik wisata Karimunjawa ini tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena Harga Wisata Karimunjawa ramah di kantong, anda dapat mengunjungi pantai Ujung Gelam, pantai Koin, Karimunjawa serta beberapa tempat yang ditentukan sebelumnya. Lomban merupakan acara pesta tahunan masyarakat Karimunjawa amat sayang untuk dilewatkan jika kamu berkunjung ke wisata Karimunjawa.

2. Seni Reog

Sebagian kesenian rakyat yang ditemukan di Karimunjawa diantaranya reog barongan serta pencak silat. Reog barongan ada di desa parang serta kemujan disebut dengan kesenian tradisional sejak 25 tahun lalu. Kesenian tradisional pencak silat diiringi oleh alat musik gamelan. Kesenian ini nyaris di dapati di seluruh desa Karimunjawa.

Sebagian acara kebiasaaan tradisional tetap di gerakkan oleh sebagian suku Karimunjawa salah satunya yaitu perkawinan suku bugis serta upacara peluncuran perahu wisata Karimunjawa. Acara upacara peluncuran perahu merupakan acara syukuran yang menandai selesainya pembuatan perahu dengan langkah mendorong perahu ke laut sampai perahu berhenti dengan sendirinya.

3. Jembul Tulakan


wisata-karimunjawa
Gambar 1.3 jembul tulakan

Ora pisan-pisan ingsun jengkar soko topo ingsun yen ora ingsun during bisa nganggo jembule Aryo Penangsang. Itulah sumpah dari Ratu Kalinyamat membalas dendam atas kematian suaminya Sunan Hadlirin yang dibunuh oleh Aryo Penangsang.

Upacara Jembul Tulakan merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Tulakan kepada Tuhan Yang Maha Esa penguasa alam semesta, atas kesuburan tanah yang memberikan penghidupan bagi penduduk.

Setahun sekali, tepatnya bulan Apit hari senin pahing upacara Jembul Tulakan tersebut dilaksanakan. Sebelum sedekah bumi pada hari senin pahing, didahului manganan di punden Nyai Ratu Kalinyamat, yaitu bekas pertapaan Nyai Ratu Kalinyamat.

4. Obor-Oboran

Upacara tradisional "Obor-oboran" merupakan salah satu upacara tradisonal yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Jepara. Upacara Perang Obor diadakan setiap setahun sekali, jatuh pada hari senin pahing malam selasa pon di bulan Besar (Dzulhijjah) diadakan atas dasar kepercayaan masyarakat wisata Karimunjawa terhadap peristiwa masa lampau yang terjadi desa tersebut. Pada saat sekarang upacara tradisonal Perang Obor dipergunakan untuk sarana Sedekah Bumi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat, Hidayah, serta taufikNya.

5. Tradisi Baratan di Kalinyamatan

Tradisi baratan adalah sebuah tradisi arak-arakan di gelar pada saat Nisyfu Sya'ban (pertengahan bulan sya'ban). Sesuai dengan artinya Baratan kata asalnya Bara'atan berarti lebaran atau melebur. Sebelum dimulainya arak-arakan, peserta shalat maghrib berjamaah, lalu dilanjutkan pembacaan surat Yasin sebanyak 3 kali dan ditutup dengan doa dipimpin ulama setempat, kemudian diteruskan dengan bancaan, santap bersama, berupa makanan puli. Puli merupakan makanan terbuat dari beras. Agar rasanya kenyal beras dicampur bleng. Puli diambil dari bahasa Arab Afwu lii, yang berarti 'maafkanlah aku'.

6. Tradisi Barikan Karimunjawa


wisata-karimunjawa
Gambar 1.4 tradisi barikan karimunjawa

Tradisi Barikan Karimunjawa memiliki arti tersendir bagi warga kepulauan Karimunjawa khususnya. Menurut mereka tradisi barikan Karimunjawa adalah bentuk wujud syukur dan berbagai kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan yang ada di wisata Karimunjawa. Untuk itu tumpengnya tidak hanya hasil bumi, nah beda kan dengan tradisi barikan di tempat-tempat lainnya. Warga di kepulauan Karimunjawa meyakini, makanan yang berada di tumpeng seperti hasil bumi dan laut bisa membawa berkah bagi siapa yang mendapatkannya. Namun yang paling menjadi incaran wisata Karimunjawa adalah kacang hijau dan garam. Garam dan kacang hijaunya nanti di sebar keliling rumah untuk tolak balak. Barikan ini dimaksudkan untuk menyambut musim Baratan. Dengan harapan selama musim Baratan,warga Karimunjawa tetap diberi keselamatan dan limpahan rejeki.